Advertise With UsBelajar Karena Allah SWT

Manfaat Bonus Demografi bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Setiap negara pasti pernah menghadapi peningkatan nilai bonus demografi, sama halnya dengan negara Indonesia. Bonus demografi ini, dapat memberikan dampak negatif maupun positif bagi negara. Apabila, pemilihan strategi dan pengelolaanya kurang tepat maupun tidak maksimal. Sehingga perlu adanya strategi khusus untuk pengelolaan yang tepat di masa yang akan datang.

Saya terinspirasi yang dikatakan oleh eyang B.J Habibie. Negara kita bisa maju seperti negara-negara lain, jika kualitas sumber daya manusianya ditingkatkan. Pemerataan, kesempatan dan keadilan bagi seluruh rakyat indonsia.

Sebenarnya banyak tokoh / pengusaha indonesia yang dapat menginspirasi kita termasuk Pak Chairil Tanjung, Pak Teddy Rachmat, dan lain sebagainya. Beliau beliau ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesempatan bagi seluruh rakyat indonesia.

Tidak hanya menekan pemerintah untuk memberi ini dan itu kepada rakyat. Tapi kita sendiri yang harus bersama-sama ikut serta untuk menjadi yang terbaik, dan memberikan yang terbaik bagi orang lain, bagi bangsa ini.

Indonesia perlu melakukan dokumentasi bonus demografi yang lebih lengkap, untuk dapat merencanakan pembangunan di segala bidang. Data yang diperlukan pemerintah indonesia untuk rencana pembangunan yaitu keseluruhan data ( jumlah penduduk, persebaran penduduk, serta susunan penduduk sesuai kagetori umur) dan ketenagakerjaan.

Penyediaan informasi ini tidak hanya untuk data saat ini, melainkan juga perlu adanya kumpulan informasi hal perkembangan masa lalu hingga saat ini, lengkap dengan hasil sensus dan survei.

Sedangkan untuk informasi yang akan datang, perlu adanya suatu proyeksi pandangan perkiraan jumlah penduduk yang ada dimasa mendatang.

Proyeksi penduduk ini merupakan jumlah penduduk yang ada di Indonesia (berdasarkan kategori umur dan jenis kelamin) dimasa mendatang. Proyeksi penduduk ini berdasarkan pandangan arah tumbuh kembang fertilitas, mortalitas dan migrasi.

Proyeksi Penduduk Indonesia Pada Tahun 2020-2030

Hasil proyeksi penduduk indonesia pada tahun 2020-2030 diperkirakan kan menghadapi bonus demografi.

Tentu hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat fertilitas masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang cepat, diusia yang produktif, hadir di berbagai wilayah provinsi Indonesia telah menciptakan Bonus Demografi.

Apa Sebenarnya Bonus Demografi Itu ?

Dari tadi kok ngomongin demografi leh mas, emang demografi itu apa tho ? Bonus Demografi itu, ketika negara Indonesia memiliki aset jumlah penduduk usia produktif dengan jumlah yang melimpah, yaitu sekitar 2/3 dari jumlah keseluruhan penduduk di indonesia.

Sehingga bisa dikatakan, fase ini merupakan berjayanya proporsi usia produktif lebih besar dibandingkan dengan penduduk yang usianya tidak lagi produktif.

Bonus Demografi ini bisa menguntungkan negara atau malah dapat merugikan negara ? Bonus Demografi dapat berdampak positif maupun sebaliknya, itu tergantung dari strategi pengolahanya.

Untuk dapat menjadikan Bonus Demografi menguntungkan bagi Indonesia perlu adanya konsep yang tepat, kurang lebih memiliki 4 indokator yang harus dipersiapkan jauh jauh hari, untuk dapat menunjang tercapainya Bonus Demografi yang memberikan dapak positif bagi bangsa Indonesia.

Strategi Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan Oleh Pemerintah?

Strategi pengelolaan Bonus Demografi ini, terdiri dari 4 aspek utama, yaitu pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan cara menginkatkan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, penyediaan lapangan kerja yang layak, serta konsisten pemerintah di dalam menekan angka fertilitas maupun penurunan Total Fertility Rate (FTR).

Berikut ini 4 aspek, yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengelola Bonus Demografi secara maksimal denga “ketersediaan sumber daya alam dan akses jalan yang memadai”.

Aspek 1 – Peningkatan Kualitas Pendidikan Untuk SDM

Penduduk usia produktifnya sudah ada. Sekarang tentang bagaimana cara membentuk tenaga kerja yang ahli. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan cara tepat untuk membentuk tenaga kerja ahli.

Sehingga setiap perusahaan maupun instansi manapun yang membutuhkan tenaga kerja, mendapat jaminan tenaga kerja terdidik yang diperlukan untuk pembagunan.

Dalam kerangka Bonus Demografi perencanaan tenaga kerja ini, berhubungan erat dengan pembangunan sumber daya manusia yang ahli dan berkualitas.

Namun sangat disayangkan, berdasarkan “Data Statistik” Ekonomi Sosial Edisi Desember 2016, Badan Pusan Statistik (BPS) menyebtukan bahwa, penyerapan tenaga kerja per Agustus 2016 masih di dominasi oleh penduduk dengan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar, jika disebutkan dalam angka kurang lebih sebanyak 49,97 juta orang (42,20%).

Manfaat Bonus Demografi bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan via http://databoks.co.id/,

Dikhawatirkan apabila hal ini tidak diantisipasi dengan baik, sangat memungkinkan bonus demografi dimasa yang akan datang akan membawa malapetaka yang besar.

Prediksi jika tidak ada penanganan lebih lanjut akan mengakibatkan dampak negatif berupa, kriminalitas semakin meningkat, jumlah pengangguran meningkat, kemiskinan bertambah, persaingan kebutuhan kesehatan, sehingga dapat menambah beban tanggung jawab negara semakin berat.

Pendidikan Menjadi Aspek Penting

Kualitas sumber daya manusia tergantung dari kualitas pendidikan yang diberikan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia ini, tentu menjadi prioritas utama untuk menghadapi bonus demografi dimasa yang akan datang.

Pada fase bonus demografi angka partisipasi setiap sekolah yang ada di indonesia, khusunya untuk partisipasi sekolah pada kategori usia 16-18 dan 19-24 tahun. Langkah ini diberikan untuk memberikan kesempatan pendidikan seluas-luasnya. Dengan cara memberikan biaya pendidikan yang murah, bahkan gratis (beasiswa) bagi siswa yang berprestasi.

Kebijakan baru pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Kebijakan KIP ini, dan program SJSN Ketenagakerjaan telah efektif per 1 Juli tahun 2015, hal ini patut kita apresiasi.

Pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi sekitar 75 ribu mahasiswa, 25 ribu Bidik Misi on going Perguruan Swasta, 221 ribu beasiswa dalam program Bidik Misi, merupakan langkah yang paling tepat untuk mendukung penuh dalam meningkatkan mutu pendidikan dan Sumber daya Manusia.

Pendidikan Formal Bukan Satu-satunya penentu tenagakerja berkualitas

Pendidikan formal bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas.

Maka dari itu, pemerintah Indonesia juga harus mengembangkan serta mengelola pendidikan non-ijazah yang menekankan pengembangan keterampilan.

Pengembangan keterampilan melalui jalur pendidikan non-formal, merupakan alternatif lain untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan pengelolaan yang konsisten, tentu tenaga kerja yang besar ini dapat mendorong kemajuan pertumbuhan ekonomi negara.

Peningkatan kualitas pendidikan tenaga kerja ini, diharapkan dapat bersaing dengan tenaga kerja asing secara global.

Aspek 2 – Peningkatan Kualitas Kesehatan Untuk SDM

Pemberian fasilitas layanan kesehatan, merupakan bagian rangka dari bonus demografi. Fasilitas ini diprioritaskan untuk penduduk usia 0-18 tahun.

Kenapa prioritas ini dipilih?

karena penduduk usia 0-18 tahun, merupakan usia perkembangan. Dengan memberikan fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Agar dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk SDM, yaitu dengan cara :

  • Mengadakan imunisasi massal secara gratis
  • Menambah serta menaikkan kualitas tenaga medis
  • Menyelenggarakan penyuluhan kesehatan, gizi dan lingkungan
  • Memperbanyak dan meningkatkan fungsi rumah sakit atau puskesmas
  • Membangun posyandu, dan lain sebagainya.

Bonus demografi hanya dapat dinikmati apabila angkatan tenaga kerja lebih banyak dan berkualitas, yaitu kualitas dari segi kecukupan gizi, kesehatan dan pendidikan.

Aspek 3 – Konsistensi dalam Penurunan angka fertilitas.

Konsisten dalam penurunan nilai fetilitas ini berarti semakin mempermudah pemerintah Indonesia fokus untuk program peningkatan kualitas generasi muda.

Penurunan angka kelahiran akan membantu mengurangi anggaran kesehatan dan kebutuhan gizi jumlah bayi yang lahir.

Dengan harapan dengan menggurangi anggaran kesehatan ini, pemerintah Indonesia dapat menggunakan anggaran tersebut untuk investasi dalam peningkatan kualitas SDM.

Keluarga Berencana (KB)

Salah satu program yang digunakan untuk menekan nilai fertilitas yaitu dengan cara mengingkatkan partisipasi KB. Dengan keberhasilan partisipasi KB ini, mampu menurunkan nilai fertilitas secara signifikan. Jumlah penduduk yang tinggi akan menjadi masalah yang besar, apabila kualitas sumber dayanya masih rendah.

Sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2014-2019 memberikan amanah agar BKKBN bertanggung jawab terhadap tujuan tercapainya indikator Program Kependudukan, Pembangunan Keluarga (KKBPK) , dan Keluarga Berencana.

Salah satu indikator Program KKBPK adalah angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR), dimana target secara nasional pada tahun 2019 harus mencapai 2,28 anak per wanita usia subur.

Aspek 4 – Ketersediaan Lapangan Kerja

Fase bonus demogafi ini merupakan aspek yang paling penting dan tidak dapat diabaikan begitu saja. Karena ketika kualitas pendidikan sudah bagus, kesehatan bagus, sumber daya manusia bagus, tanpa adanya lapangan kerja berarti masih ada PR baru yang harus diselesaikan.

Jaminan ketersediaan lapangan kerja sesuai keahlian yang dimiliki oleh sumber daya manusia di Indonesia, dapat mengembangkan potensi tenaga ahli, menjadi sumber tenaga yang produktif bagi perkembangan negara Indonesia.

Ketersediaan lapangan kerja Indonesia dalam angka, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada tahun 2016, sektor UMKM mendominasi 99,9% unit bisnis mampu menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia.

Manfaat Bonus Demografi bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Kontribusi Penyerapan Tenaga Kerja via http://databoks.co.id/,

Dari angka tersebut, pada kategori usaha mikro yang paling banyak menyerap tenaga kerja hingga 87%. Sehingga bisa dikatakan bahwa, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan merupakan kategori usaha yang memegang peranan penting untuk membangun perekonomian Indonesia.

Peningkatan penduduk akan terjadi pada tahun 2020 hingga 2030 harus benar-benar dikelola dengan baik oleh pemerintah Indonesia.

Kesiapan pemerintah dalam menghadapi peningkatan jumlah penduduk ini tentu akan mendatangkan keuntungan besar untuk negara.

Bonus demografi di Indonesia ini, tentu akan memberikan jumlah sumber daya yang lebih dari cukup. Hanya saja negara perlu mengelolanya dengan baik, untuk mendorong percepatan kemajuan serta pertumbuha ekonomi negara.

Kunci sukses bonus demografi ini, pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar tenaga kerja secara global.

Bonus demografi yang dimiliki negara Indonesia saat ini, merupakan tantangan terbesar untuk masa depan dan perubahan lebih baik bangsa ini.

Sumber Informasi : databoks.co.id

11 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: