Advertise With UsBelajar Karena Allah SWT

Penanganan Obesitas dengan Operasi Bariatrik

Penanganan Obesitas dengan Operasi Bariatrik

Kebiasaan setiap orang dalam mengkonsumsi makanan berbeda-beda. Ada yang makan tidak teratur (pola makan kurang) bahkan ada juga yang memiliki kebiasaan makan berlebihan, diikuti minimnya gerak. Sehingga hal ini dapat menimbulkan penyakit yang namanya obesitas.

Maka dari itu prosedur yang perlu dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan dan penampilan karena obesitas, yaitu dengan cara mengurangi asupan makan dan memperbanyak kegiatan olahraga.

Terkadang, dua langkah tersebut itu tidak berhasil. Beragam alasan penderita obesitas gagal, ketika menjalani program diet. Sehingga masalah penyakit obesitas ini tidak dapat diatasi, bahkan bisa menjadi lebih parah dari sebelumnya.

Obesitas Memicu Beragam Penyakit Bagi Pengidapnya

Obesitas memicu beragam komplikasi serius dan berbahaya bagi penderita. Salah satu penyakit yang rawan terjadi bagi pengidap penyakit obesitas yaitu diabetes melitus, serangan jantung, stroke, vena varikos (urat berpintal), kematian pra-matang, tekanan darah tinggi, dsb.

Penanganan Obesitas dengan Operasi Bariatrik

Apabila gagal dalam menjalani program diet, ada sebuah alternatif untuk dijadikan solusi, yaitu dengan cara tindakan operasi bariatrik.

Bagaimana Operasi Bariatrik Itu?

Penanganan Obesitas dengan Operasi Bariatrik

Operasi bariatrik yaitu, sebuah operasi yang dilakukan untuk mengurangi kapasitas pencernaan pada lambung. Operasi ini bukan sebuah tindakan yang tidak wajar (tidak berlebihan), karena dalam dunia medis, obesitas merupakan golongan penyakit yang dapat berbahaya bagi penderitanya dan harus ditangani secara serius.

Selain itu bagi yang mengidap obesitas yang tidak bisa lagi menggunakan cara program diet dan olahraga  (dalam kondisi parah), sudah seharusnya menggunakan alternatif operasi bariatik untuk menurunkan berat badan.

Sesudah Operasi Pasien Obesitas Wajib Memperhatikan Pola Makan

Bagi pasien obesitas yang telah menjalani operasi bariatik, di haruskan untuk memperhatkan pola makannya. Kemudian ada aturan dalam mengkonsumsi makan, bisa dikatakan tidak semua makanan boleh dikonsumsi.

Mengingat operasi bariatik ini berfungsi untuk mengurangi kapasitas lambung, maka dari itu lambung perlu beristirahat sejenak.

Lambung perlu dilatih terlebih dahulu untuk mengkonsumsi jenis makanan. Sehingga untuk dapat mengkonsumsi makanan perlu dilakukan secara bertahap. Pola makan tersebut, biasa dianjurkan oleh dokter bedah bersangkutan kepada pasien, dan akan memberikan arahan selanjutnya ketika pasien boleh mengkonsumsi makanan apa saja.

Pola Makan Yang Aman Setelah Operasi

Pasien boleh makan apa saja, 3 bulan setelah operasi. Namun untuk kapasitas makanan yang dikonsumsi akan berkurang dari pada sebelumnya (merasa kenyang lebih awal).

Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terkait makanan yang boleh dikonsumsi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu pasien obesitas pasca operasi bariatrik, memahami makanan yang boleh dikonsumsi selama 3 bulan.

Setelah 3 bulan, pasien diperbolehkan makanan semi padat seperti sereal dan cracker. Sebaiknya aktvitas pasien obesitas pasca operasi bariatrik, pun meski ditingkatkan intensitasnya secara bertahap.

Operasi Bariatrik ada di Indonesia ?

Sebelumnya operasi ini telah banyak dipraktekan di Negara Sigapura dan Taiwan. Namun saat ini di Indonesia pun sudah ada.

Sehingga bagi anda yang ingin melakukan prosedure operasi bariatrik ini, anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri lagi. Rumah sakit OMNI Hospitals Alam Sutera, merupakan salah satu rumah sakit yang telah membuka  layanan operasi bariatrik ini.

Dr. Handy Wing, merupakan seorang dokte spesialis bedah dari OMNI Hospitals Alam Sutera. Seperti pada video yang telah beliau unggah di youtube offcial OMNI Hospitals, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat terkait operasi bariatrik ini masih belum begitu banyak.

Padahal menurut beliau, operasi ini merupakan alternatif yang paling efektif bagi pengidap obesitas. Seperti yang beliau sampaikan pada artikel di website OMNI Hospitals bahwa ” Negara Indonesia masuk dalam kategori 10 besar negara dengan penderita obesitas terbanyak”.

Kurang lebih ada 40 juta orang yang ada di indonesi mengalami kelebihan berat badan yang tidak normal. Kemudian, meurut data IDF, kurang lebih ada 10 juta kasus diabetes di indonesia pada tahun 2015.

Pengaruh meningkatkan penderita diatebetes tersebut dikarenakan pola makan tinggi gula/karbohidrat, kemudian kurang gerak atau olahraga.

Komplikasi diabetes ini mengakibatkan gagal ginjal, kebutaan, amputasi, dan luka kronis. Diabetes dan obesitas ini, yang menjadi penyebab harapan hidup berkurang.

Selengkapnya anda dapat melihat edukasi operasi bariatrik dari Dr. Handy Wing, Omni Hospitals pada video ini.

Penutup

Kebiasaan pola makan yang berlebihan, kurangnya kegiatan olahraga dapat mengakibatkan timbulnya penyakit obesitas. Adapun cara untuk mengurangi berat badan dengan cara, mengurangi porsi makan, dan berolahraga (program diet)

Namun, ada beberapa pasien yang gagal mengikuti program diet karena beragam alasan. Bahkan, ada juga yang mengikuti program diet, karena tidak konsisten mengakibatkan bertambahnya berat badan.

Ada sebua alternatif yang patut dicoba, yaitu dengan cara operasi bariatrik. Operasi ini, berfungsi untuk mengurangi kapasitas lambung. Semoga artikel ini dapat memberikan sekilas informasi tentang penanganan obesitas. Untuk dapat menambah informasi lebih lanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli di Omni Hospitals Alam Sutera.

Semoga bermanfaat.

12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: